10.000 Langkah Sehari untuk Menjaga Kebugaran? Peringatan Keras Dokter untuk Pekerja Kantoran
Dokter menjelaskan, jika seseorang duduk di meja kerja dari pagi hingga malam tanpa istirahat, pembuluh darahnya sudah dalam kondisi tertekan.

Banyak orang saat ini percaya bahwa mencapai jumlah langkah tertentu setiap hari berarti mereka menjalani hidup yang bugar dan seimbang. Dengan jam tangan kebugaran, tantangan daring, dan rutinitas yang sedang tren, gagasan menyelesaikan 10.000 langkah telah menjadi target harian bagi banyak orang. Namun, Ahli Bedah Vaskular Dr. Sumit Kapadia mengatakan hal ini tidak sepenuhnya akurat dan meluruskan "kesalahpahaman" ini.

Ia menjelaskan bahwa seseorang dapat menyelesaikan semua langkahnya di malam hari, tetapi jika mereka duduk di meja dari pagi hingga malam tanpa istirahat, pembuluh darah mereka sudah berada di bawah tekanan. Aliran darah melambat, pembengkakan mungkin terjadi, dan ada risiko pembentukan gumpalan darah yang lebih tinggi. Ia mengatakan kuncinya bukanlah seberapa banyak mereka berjalan, tetapi seberapa sering seseorang menggerakkan tubuhnya. Menurut dokter, beristirahat sejenak setiap jam, melakukan peregangan ringan, dan berjalan kaki selama dua menit dapat melindungi kesehatan pembuluh darah jauh lebih baik daripada hanya berjalan kaki jauh di penghujung hari.

Mengapa Hitungan 10.000 Langkah Tidak Sepenuhnya Akurat

Melalui Instagram, Dr. Sumit Kapadia menulis, “10.000 langkah Anda tidak akan membatalkan 10 jam duduk. Ini adalah sesuatu yang saya sampaikan kepada pasien saya hampir setiap hari. Anda bisa mencapai target langkah Anda di malam hari, tetapi jika Anda hanya duduk di meja dari jam 9 pagi sampai 7 malam, pembuluh darah Anda sudah rusak. Karena sirkulasi darah tidak bergantung pada seberapa banyak Anda berjalan. Melainkan seberapa sering Anda bergerak. Duduk terlalu lama, stagnasi darah, kelemahan katup vena, pembengkakan, varises, dan risiko pembekuan darah yang lebih tinggi. Bahkan jumlah langkah yang sehat pun tidak dapat mengembalikan 10 jam imobilitas.”

"Jadi begini aturannya: Bangun setiap 45–60 menit. Lakukan peregangan. Jalan kaki selama 2 menit. Gerakkan otot betis Anda, itu adalah 'jantung perifer' Anda. Sedikit istirahat. Perbedaannya sangat besar. Vena Anda tidak perlu lari maraton. Vena butuh gerakan," tambah Dokter Bedah Vaskular tersebut.

Prioritaskan Kesehatan Sebelum Terlambat

Menanggapi postingan tersebut, seorang pengguna bercanda menulis, “Perusahaan seperti Cognizant, Wipro, Infosys pasti membenci Anda."

Yang lain berbagi, “Pergilah ke pusat kebugaran dan mulailah melakukan squat dua kali seminggu."

"Memiliki meja berdiri adalah hal terbaik yang saya lakukan untuk pekerjaan kantor saya. Saya bisa tetap diam di tempat, bergerak, dan meregangkan badan," tulis sebuah komentar.

Seseorang berkata, "Saya duduk selama hampir 10-11 jam dan pinggul serta punggung bawah saya sering terasa nyeri, dan saya juga tidak bisa berjalan dan berdiri terlalu lama. Untungnya, saya sudah berhenti bekerja. Utamakan kesehatan sebelum terlambat."

Yang lain berkata, "Untuk mengatasi hal ini, saya telah meningkatkan target saya menjadi 15 ribu langkah pada hari latihan kekuatan dan 20 ribu langkah pada hari kardio. Anda tidak dapat mencapai target ini kecuali Anda bergerak sepanjang hari. Selain itu, gelang kebugaran yang selalu dikenakan sangat membantu untuk pengingat. Intinya, bagi jumlah langkah Anda menjadi beberapa putaran kecil, masing-masing 500+ langkah, dan kembalilah ke kursi Anda setiap 46-60 menit."

Yang lain menambahkan, "Duduk terlalu lama memang membebani sirkulasi, dan sering bergerak lebih berpengaruh daripada menumpuk anak tangga di malam hari. Namun, mengatakan pembuluh darah sudah 'rusak' itu berlebihan. Melangkah di malam hari tetap membantu, dan duduk terlalu lama seharian tidak menyebabkan kerusakan permanen."

Dr. Sumit Kapadia telah bekerja di bidang medis selama 18 tahun dan telah merawat lebih dari 10.000 pasien sejauh ini.

YOUR REACTION?


You may also like

Facebook Conversations