Jika setelah melewati air lalu mogok dan dicoba disela motor masih hidup jangan langsung di geber. Karena bisa terjadi "water hammer", yaitu air di sedot masuk keruang bakar lalu di kompresi oleh piston yang menuju TMA.
Bila dalam keadaan normal, saat piston menuju TMA dan terjadi proses kompresi maka uap bensin akan terbakar lalu terbuang, tapi bila air yang dikompresi maka air tak dapat terbakar, dan sesaat sebelum air tersebut terbuang lewat klep out maka terjadilah water hammer. Bila motor di geber sampai 7.000 rpm saja selama 1 menit, berarti sudah terjadi 7.000 x water hammer dalam 1 menit itu.
Makin tinggi kompresi motor tersebut. Apalagi yg motornya badai maka makin kuatlah water hammernya dan resiko klep bengkok, stang seher bengkok, kepala piston bolong, pinggiran piston grepes, dan ring patah sudah didepan mata. Jadi langkah yang tepat bila selepas melewati banjir motor mogok lalu disela masih bisa hidup. Biarkan nyala tanpa di geber-geber sambil jaga stasioner mesin supaya gak mati dan brebetnya hilang barulah lanjutkan perjalanan.
Tapi bila disela berkali-kali motor tidak hidup ya buka busi atau kendorkan, keringkan area kabel busi, kop busi sampai sekitar koil, lalu coba sela berkali-kali sampai air di ruang bakar keluar semua, setelah itu baru pasang/ kencangkan lagi businya dan coba disela. Bila motor terendam banjir berjam-jam diparkiran atau dirumah sebaiknya gak usah mencoba di sela apalagi kontak on, setelah banjir surut langsung saja buang olinya, lepas filter olinya, kendorkan/buka businya. Dalam keadaan kontak off, sela terus sampai tidak ada air yang keluar dari lubang busi/lubang knalpot.
Sampai benar-benar yakin bersih dan tidak ada airnya. Setelah itu ganti dan pasang filter oli yg baru jangan yg bekas, karena filter oli yang terkena air otomatis sudah mampat, oli malah tidak naik nantinya. Tuang oli baru (oli murah aja dulu), pasang/ kencangkan busi. Jgn lupa karburator dibersihkan, filter udara diganti atau dilepas sekalian aja untuk sementara. Lepas body lalu keringkan semua kabel-kabel, soket, area sikring, koil dan lain-lain, bisa pakai lap/angin kompresor atau jemur saja motornya panas-panasan. Setelah kering baru kontak on dan coba disela/hidupkan. Jangan pakai elektrik stater karena kalau tidak hidup-hidup resiko accu nya bisa drop/habis setrum.
Setelah mesin hidup, panaskan dengan stasioner jangan digeber-geber sampai brebetnya hilang. Jika mesin sudah bisa nyala dan stasioner sudah normal silahkan buang lagi olinya, lepas filter olinya, lalu ganti yang baru lagi. Dan motorpun siap buat jalan and wakuncar lagi. Hehehe Selamat mencoba...semoga kalian beruntung...jika kurang beruntung baru bawa kebengkel dan belah mesin dan keringkan kabel body and kelistrikan total. Sukur-sukur bisa normal tanpa harus ganti kabel body.
#semogabermanfaat